Rei Ingin Aturan Hunian Berimbang Lebih Fleksibel

JAKARTA — Kalangan pengembang meminta supaya pemerintah mempertimbang ulang kebijakan pembangunan hunian berimbang untuk tidak dikaitkan dengan program rumah bersubsidi dan kembali menggunakan perbandingan berdasarkan luasan.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan, sangat sulit bagi pengembang untuk merealisasikan konsep pembangunan hunian berimbang 1:2:3 menurut ketentuan perundang-undangan saat ini.
REI berharap supaya pemerintah mempertimbangkan agar kewajiban hunian berimbang menjadi lebih fleksibel dan realistis untuk dilaksanakan. “Hunian berimbang itu harus dibuat skemanya yang harganya termurah di kota itu, tetapi tidak mengikuti ketentuan batas harga FLPP. Paling tidak, dengan harga itu pengembang masih bisa bangun dan tetap terjangkau juga oleh masyarakat di situ,” katanya

Sumber : Bisnis Indonesia

About shiromi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*